Adayang menarik pada akhir orasi Ganjar, saat dia memberikan kesempatan kepada mahasiswa baru untuk bertanya. Yaitu pemandangan sejumlah mahasiswa yang membentang tulisan dengan salah satu tulisannya ' Wadas Melawan '. Baca juga: Temani Jokowi di CFD Solo, Ganjar Pranowo: Presiden Ingin Reuni Saja. "Sudah, saya mau pulang.
Sumber Instagram pemirafebupnvjt. Kamis (22/4) telah dilaksanakan Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (Pemilu BEM FEB) periode 2021/2022. Pemungutan suara dilakukan melalui aplikasi voting Helios mulai pukul WIB dan dilanjutkan rapat pleno penghitungan suara pukul 20.00 WIB.
Selamatuntuk Muhamad Ari & Dede Jenal Aripin yang sudah terpilih menjadi PRESMA dan wakil PRESMA periode 2019-2020 selamat mengabdi dan melaksanakan tugas u
Nah pertanyaan ini diajukan untuk melihat seberapa jauh kamu mengenal dan mencari tau tentang organisasi yang kamu daftar. Penting banget guys untuk mencari tau dan riset lebih dulu tentang organisasi yang kita tuju, karena semakin banyak kamu tahu semakin mudah kamu menjawab berbagai pertanyaan tentang organisasi tersebut. 4. Siap pulang
618/2022. Kesempatan emas bagi generasi muda calon pemimpin bangsa untuk mengikuti Sekolah Staf Presiden yang diselenggarakan oleh Kantor Staf Presiden RI (KSP). Selama lima hari, dari tanggal 25 sampai 29 Juli 2022, para peserta akan dibekali dengan metode kerja strategis, taktis dan praktis di lingkungan Istana Kepresidenan RI.
Sesiketiga, memberikan kesempatan kepada Calon untuk mengajukan Pertanyaan Kepada masing-masing paslon Presiden Mahasiswa dan Wakil Presiden Mahasiswa (Presma-Wapresma), dengan total waktu untuk ketiga calon adalah 24 menit. Yang kemudian di tutup dengan sesi statement dengan total waktu 12 menit.
Adapununtuk pertanyaan-pertanyaan lainnya yaitu sebagai berikut ini. 1. Jelaskan apa yang Anda ketahui tentang diri Anda? 2. Apa keinginan Anda ketika sudah menjadi pengurus atau ketua BEM? 3. Apa yang Anda ketahui tenteng kepemimpinan? 4. Apa keahlian atau keterampilan yang Anda milik? Jelaskan! 5.
PertanyaanUntuk Calon Bem 10 April 2022 Ketiga calon ketua bem saling mengemukakan kelebihan calon ketua bem ya. Apa alasan anda memilih divisi tersebut? Contoh Pertanyaan Debat Ketua Himpunan Berkas Belajar Tim tersebut bertugas mencari calon anggota berkualitas. Pertanyaan untuk calon bem. Wawanacara salah satu calon ketua bem fh
BacaJuga: 1760 Calon Mahasiswa Lolos di Unhas, Ini Cara Registrasi. Bagi siswa yang berhasil lolos SNMPTN 2021, dapat melakukan daftar ulang ke PTN yang diterima. Siswa dapat mencermati dan menaati pengumuman dari setiap PTN seperti syarat pendaftaran dan jadwal pendaftaran.
TEMPOCO, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri merespons berbagai pertanyaan publik soal kapan partai banteng itu akan mengumumkan calon presiden yang akan diusung di Pilpres 2024. "Kan banyak yang bertanya kapan PDIP mengumumkan capres, ya sabarlah sedikit," ujar Megawati dalam acara
2. Panduan pengisian aplikasi data pokok mahasiswa. 3). Alur registrasi calon mahasiswa baru Unila. 4). Penjelasan alur registrasi calon mahasiswa baru Unila. 5). Data-data yang harus di upload pada aplikasi sistem data pokok mahasiswa Unila. 6). Call center panitia penerimaan mahasiswa Unila. Call center ini bersifat tidak tetap, yaitu
Dancalon terakhir terdapat Achmad Ghiffari (Ilmu Komunikasi 2019), Partai Mentari. Untuk teknis, sama seperti sesi sebelumnya namun, terdapat pertanyaan tambahan dari panelis yang mana merupakan perwakilan DLM pada periode sebelumnya. Masuk pada sesi terakhir, yakni Uji Publik Calon Presiden dan Wakil Presiden BEM.
Panelisbersama kedua calon presiden BEM KEMA FK UNHAS. “ Pelaksanaan debat calon Presiden BEM Kema FK Unhas periode 2019-2020 lebih kompleks dibandingkan tahun-tahun sebelumnya karena waktu yang tersedia cukup memadai. Pada debat kali ini juga ada tambahan sesi yakni tanya jawab antar kedua kandidat calon. Untuk segi pertanyaannya
Padaartikel ini saya menulis contoh pidato singkat untuk calon PresMa (Presiden Mahasiswa) yang dapat digunakan dalam pemilihan ketua BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa). Jika ada yang ingin ditanyakan oleh rekan-rekan, bisa ditanyakan pada sesi tanya jawab yang disediakan oleh moderator kegiatan ini. Mungkin untuk sementara ini cukup. Terima
Setelahdibuka pendaftaran calon Presiden Mahasiswa, tersaring tiga kandidat yakni kandidat nomor urut 1 Muhammad Sofyan dari Fakultas Tarbiyah, kandidat nomor urut 2 Muhammd Nur Rosyid dari Fakultas Dakwah, sedangkan kandidat nomor urut 3 Aris Setiawan dari Fakultas Tarbiyah. Debat terbuka diselenggarakan pada jumat (25/06) di Ruang Aswaja
8gojy. - Infrastruktur, Energi dan Pangan, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup menjadi tema yang dibahas dalam debat calon presiden putaran kedua yang dilaksanakan Minggu 19/2/2019. Selama debat berlangsung, ada 25 pertanyaan yang diberikan kepada Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Berikut adalah daftar pertanyaan yang telah dijawab kedua calon presiden. Kalau Anda yang diberi pertanyaan ini, apa jawaban Anda?Kami akan merangkum pertanyaan dalam debat ke masing-masing tema, sama seperti urutan debat capres kemarin. Baca juga Nasib Perubahan Iklim pada Debat Capres Infrastruktur 1. Apa solusi yang bisa diberikan agar pembangunan infrastruktur tidak memberi dampak negatif terhadap masyarakat, lahan pertanian, dan lingkungan?Pembangunan infrastruktur seperti jalan tol, bandara, pelabuhan, bendungan, pembangkit listrik dapat memacu pembanguanan ekonomi, sosial, dan budaya. Namun di sisi lain, pembangunan infrastruktur juga membawa dampak negatif. Misalnya perubahan lahan pertanian, menimbulkan konflik agraria, dan krisis lingkungan. 2. Apa langkah konkret yang bisa dilakukan untuk mengatasi kesenjangan daerah yang sudah dialiri listrik dan belum?Infrastruktur juga berguna untuk memenuhi kebutuhan energi di wilayah kepulauan, terutama Indonesia timur, pulau-pulau kecil, dan wilayah perbatasan yang masih belum memadai. Namun masih ada kesenjangan dalam aliran listrik di Indonesia. Data menunjukkan di Indonesia bagian barat pemenuhan listrik mencapai 74 persen, tapi di Indonesia bagian timur hanya 26 persen. 3. Strategi apa yang bisa dilakukan untuk membangun infrastruktur yang merata dan dapat dirasakan semua orang? Tak menutup mata, sejak era orde baru hingga kini, masalah pembangunan infrastruktur selalu diikuti konflik agraria seperti penggusuran, perampasan tanah, hilangnya mata pencaharian, dan kearifan lokal. Hal ini menunjukkan pembangunan infrastruktur masih kurang memperhatikan pentingnya peran serta dan kebutuhan masyarakat. 4. Apa langkah yang bisa dilakukan untuk memperkuat persediaan dan permintaan gas bumi, terutama membuat harga gas terjangkau untuk memenuhi kebutuhan industri dalam negeri? Pembangunan infrastruktur untuk pengolahan, pengangkutan, dan pemanfaatan gas bumi mengalami ketidakseimbangan antara ketersediaan dan permintaan. Di wilayah Indonesia bagian barat mengalami defisit gas bumi, sementara di Indonesia bagian timur mengalami surplus. Hal ini pada akhirnya membuat harga gas menjadi kacau. Terlebih karena harga gas untuk memasok kebutuhan industri di wilayah barat menjadi tinggi sebab harus didatangkan dari wilayah timur Indonesia. 5. Apa strategi untuk meningkatkan daya saing ekonomi nasional? Dalam global competitiveness report 2018, aspek infrastruktur Indonesia menempati urutan ke-71 dari 140 negara, yang diindikasi oleh rendahnya konektivitas halan, kualitan jalan, keandalanan layanan air minum, dan efisiensi layanan pelabuhan. Semua hal itu memengaruhi sistem logistik pangan dan industri kecil hingga menengah. Pangan
Untuk opini publik, sudah oke. Tapi nalar atau logika politik belum Jawa Timur ANTARA - Nama-nama bakal calon presiden yang akan berkompetisi pada pesta demokrasi terbesar di Indonesia, Pemilihan Umum Serentak 2024, sudah mulai diperkenalkan oleh sejumlah partai politik. Sejauh ini, ada dua nama yang sudah secara resmi telah dideklarasikan oleh partai politik untuk menjadi bakal calon presiden Indonesia, yakni Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan. Satu nama lagi, Prabowo Subianto yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan- meskipun belum dideklarasikan untuk berlaga pada Pemilu Presiden Pilres 2024-, juga turut serta meramaikan persiapan penentuan masa depan Indonesia itu. Nama-nama tersebut memang sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Tiga nama tersebut kini mulai menjadi buah bibir masyarakat. Pertanyaan terbesar, siapa pengganti Presiden Joko Widodo usai Pemilu 2024 dilaksanakan. Pertanyaan tersebut memang nantinya akan terjawab pada saat masyarakat telah melaksanakan Pemilu pada 14 Februari 2024. Namun, untuk saat ini, ada pertanyaan yang lebih menarik, yakni siapa para pendamping atau bakal calon wakil presiden yang akan mendampingi tiga nama itu. Nama-nama terkait bakal calon wakil presiden yang akan mendampingi Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, dan Prabowo Subianto sedang menjadi perhatian publik. Banyak nama besar yang coba dikaitkan dengan tiga bakal calon presiden tersebut. Sejumlah nama bakal calon wakil presiden yang banyak dibicarakan di antaranya adalah Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Menteri Badan Usaha Milik Negara BUMN Erick Thohir, serta Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, serta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Selain itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, putra mantan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono AHY, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimim Iskandar. Nama-nama itu, kini mulai meramaikan bursa bakal calon wakil presiden, meskipun juga muncul nama baru seperti Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat PUPR Basuki Hadimuljono untuk digandengkan dengan Ganjar Pranowo. Munculnya nama-nama potensial bakal calon wakil presiden itu, tentu bukan sekadar ramai diperbincangkan. Partai politik saat ini benar-benar memperhitungkan peluang masing-masing bakal calon presiden saat disandingkan dengan figur tertentu. Lembaga-lembaga survei di dalam negeri sudah melakukan perhitungan elektabilitas dengan nama-nama bakal calon presiden tersebut. Selain itu, simulasi juga dilakukan terhadap bakal calon presiden yang dipasangkan dengan bakal calon wakil presiden. Berdasarkan data dari lembaga survei Indikator Pilitik Indonesia, dalam laporan yang dikeluarkan pada 18 Mei 2023, hasil dari survei kepada orang, mencatat bahwa tiga nama bakal calon presiden itu menduduki peringkat tiga teratas dari 19 nama yang dilakukan survei. Sementara pada simulasi dari tiga nama tanpa sosok pendamping atau bakal calon wakil presiden, didapati hasil 34,8 persen untuk Prabowo Subianto, 34,4 persen memilih Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan sebanyak 21,8 persen, sementara 8,9 persen tidak menjawab. Namun, jika ketiga nama tersebut dipasangkan dengan bakal calon wakil presiden, juga memiliki dampak terhadap elektabilitas. Dalam simulasi tersebut, Ganjar Pranowo yang dipasangkan dengan Ridwan Kamil memiliki elektabilitas mencapai 36,3 persen. Sementara Prabowo Subianto yang dipasangkan dengan Erick Thohir, mendapatkan porsi sebesar 35,4 persen, dan Anies Baswedan dengan Mahfud MD mendapat 17,8 persen, sedangkan yang tidak menjawab 10,7 persen. Dalam simulasi lainnya, ada kejutan dari Ganjar Pranowo yang dipasangkan dengan Sandiaga Uno. Elektabilitas Ganjar dan Sandiaga naik menjadi 38 persen, Prabowo dengan Erick Thohir 32,2 persen dan Anies Baswedan dengan AHY 19,2 persen, dan 10,6 persen tidak memilih. Skenario lainnya, Ganjar-Sandiaga mendapatkan 37 persen, Prabowo Subianto-Erick Thohir 34,3 persen dan 17,9 persen untuk Anies Baswedan saat dipasangkan dengan Khofifah Indar Parawansa. Simulasi terakhir, Ganjar Pranowo-Ridwan Kamil mencapai 40,1 persen, Prabowo-Khofifah 30,5 persen, dan Anies Baswedan-AHY 18,5 persen. Dari hasil survei tersebut, setidaknya bisa dijadikan bekal dari partai politik untuk menentukan siapa pendamping yang paling sesuai. Logika politik, opini publik Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, pasangan calon wakil presiden dan wakil presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang memenuhi persyaratan. Persyaratan tersebut adalah perolehan kursi paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi di Dewan Perwakilan Rakyat DPR atau 25 persen dari suara sah secara nasional pada Pemilu Anggota DPR RI Tahun 2019. Saat ini, ada 575 kursi di parlemen sehingga pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pemilu Presiden 2024 harus memiliki dukungan minimal 115 kursi. Bisa juga pasangan calon diusung oleh parpol atau gabungan parpol peserta Pemilu 2019 dengan total perolehan suara sah minimal suara. Berbicara penentuan bakal calon presiden maupun wakil presiden, selain harus memenuhi persyaratan tersebut, tentunya tidak lepas dari peranan partai politik. Partai politik memiliki kewenangan untuk menentukan siapa saja yang akan diusung untuk berkompetisi pada Pemilu 2024. Harus diakui pula dalam menentukan nama-nama tersebut juga ada kesepakatan politik dari sejumlah partai pengusung. Kesepakatan-kesepakatan politik itu harus mengedepankan kepentingan rakyat Indonesia, bukan hanya kepentingan partai politik. Pengamat politik Universitas Brawijaya Wawan Sobari mengatakan bahwa dari sisi opini publik, berdasarkan hasil survei dari sejumlah lembaga, memberikan gambaran yang jelas. Potensi dari masing-masing bakal calon presiden dan wakil presiden sudah tergambar. Namun, menurut Wawan, dengan belum diputuskannya siapa bakal calon wakil presiden yang akan mendampingi tiga nama tersebut, masih ada negosiasi kepentingan antarpartai politik yang masih belum bisa disepakati. "Untuk opini publik, sudah oke. Tapi nalar atau logika politik belum ketemu. Artinya, negosiasi kepentingan antarpartai politik yang sudah menyampaikan calon presiden dengan partai yang mengajukan nama cawapres, itu nampaknya belum ketemu," katanya. Saat ini partai politik masih dalam tahap untuk menyeimbangkan antara logika politik dengan opini publik berdasarkan hasil survei sejumlah lembaga tersebut. Dari partai pengusung tiga nama tersebut, masih saling menunggu untuk mengambil keputusan. Pertimbangan untuk menentukan siapa pendamping dari tiga nama tersebut, memang pekerjaan rumah yang sangat besar yang harus segera diselesaikan oleh partai politik pengusung masing-masing calon. Pesta demokrasi yang bijak Tentunya, masyarakat Indonesia juga masih ingat pelaksanaan Pemilu 2019 yang diwarnai politik identitas. Dalam pemilu saat itu, masyarakat Indonesia terbelah menjadi dua kubu yang saling berseteru dan seolah harus memenangkan sebuah pertandingan besar. Memang, dalam persaingan politik, ada pihak yang nantinya akan menang dan ada yang kalah. Namun, itu semua harus diterima dengan lapang dada karena urusan memimpin sebuah negara bukan sekadar mencari pekerjaan, melainkan juga panggilan hati untuk membenahi bangsa. Sehingga, pengalaman yang terjadi pada 2019 itu harus menjadi pengalaman berharga, bukan hanya bagi masyarakat Indonesia, melainkan juga bagi elite-elite partai politik di negeri ini. Elite politik sudah seharusnya memberikan pelajaran bahwa berpolitik itu harus bijak. Tidak perlu banyak sandiwara politik yang harus dipertontonkan kepada masyarakat hanya untuk sekadar melakukan uji coba dalam mendapatkan suara atau perhatian publik. Sebaliknya, publik harus diberikan edukasi agar bisa berdemokrasi dengan dewasa dan bijak. Pada akhirnya, penentuan bakal calon wakil presiden yang akan maju pada Pemilu 2024, harus mengedepankan sosok yang paling ideal untuk menjadi pemimpin Indonesia dan mengutamakan kepentingan rakyat. Kepentingan rakyat yang paling utama adalah terkait dengan keberlanjutan. Apa yang sudah dicapai dengan baik pada era pemimpin saat ini, sudah seharusnya dipertahankan dan ditingkatkan untuk kepentingan rakyat Indonesia. Jadi, Pemilu 2024 menjadi harapan baru untuk Indonesia yang lebih baik. Editor Achmad Zaenal MEditor Achmad Zaenal M COPYRIGHT © ANTARA 2023
Mahasiswa adalah seorang agen pembawa perubahan yang dapat memberikan solusi bagi permasalahan yang dihadapi suatu masyarakat bangsa di berbagai belahan dunia. Oleh karena itu, kita sebagai mahasiswa harus berhati-hati dalam memilih calon pemimpin kita yaitu Presiden beberapa tips untuk memilih Calon Presiden Mahasiswa dan Wakil Presiden MahasiswaKita harus paham tentang Visi dan Misi dari Calon Presiden Mahasiswa dan Wakil Presiden Mahasiswa, karena visi dan misi itu adalah gambaran tentang apa yang akan dilakukan oleh pemimpin mahasiswa selama masa Visi dan Misi yang di ajukan oleh Calon Presiden Mahasiswa tidak dapat membawa kemajuan untuk organisasi dan seluruh mahasiswa, maka itu bukanlah sebuah Visi dan Misi yang adalah Visi dan Misi CAPRESMA dan CAWAPRESMA Politeknik Caltex Riau 2018-2019 Nomor Urut Aktif di kegiatan internal dan eksternal kampusBukan pemimpin namanya jika ia tidak bisa aktif menggerakkan dan bergerak bersama dengan mahasiswa lainnya. Tidak ada gunanya Visi dan Misi yang bagus jika pemimpin tidak bergerak untuk menjalankan Visi dan Misi karena itu, pilihlah pemimpin yang aktif di kegiatan internal dan kegiatan eksternal kampus karena orang yang aktif itu sudah pasti dapat menggerakkan dan bergerak bersama untuk mencapai tujuan pepatah mengatakan “Belajar dari pengalaman”. Seorang pemimpin itu lebih baik lagi jika telah memiliki pengalaman sebelumnya dalam memimpin organisasi baik itu sebagai ketua, wakil, atau ketua bagian sehingga ia sudah tau apa yang akan ia lakukan selanjutnya jika ia Permata Putra sebagai CAPRESMA, sebelumnya telah memiliki pengalaman menjabat sebagai Wakil Ketua UKMI Ar-Ruhul ada gunanya Visi Misi yang bagus, aktif, dan berpengalaman jika agamanya tidak bagus. Karena agama adalah pondasi utama seorang pemimpin. Seseorang yang bagus agamanya akan paham membedakan mana yang baik dan mana yang buruk sesuai syari’at agamanya. Ia tidak akan melakukan apa yang dilarang oleh yang bagus agamanya, ia akan paham tentang toleransi dan pastinya tidak hanya mementingkan satu kepentingan agama atau golongan saja, tetapi dia akan memperhatikan seluruh kepentingan Permata Putra adalah seorang yang aktif di Lembaga Dakwah adalah beberapa tips untuk memilih CAPRESMA dan CAWAPRESMA di lingkup kampus. Pastikan calon pemimpin anda sesuai dengan kategori yang anda ini dibuat oleh relawan, tidak atas perintah dari CAPRESMA ataupun CAWAPRESMA yang bersangkutan.
Heavy is the head that wears the crown. This is undoubtedly true in the case of presidents of higher education institutions. Since an appointment to a college or university board of trustees is only a part-time obligation, they must hire a president to oversee the day to day operations of the institution and to carry out their decisions. Finding an effective president is not an easy thing to do. If you are a board of trustees member in charge of leading the search for a new president, how can you be sure that you are hiring a transformative leader, every time, without fail? The key is asking the right questions during the interview process. Let’s look at 45 interview questions that will help you find a quality president for your institution. General Questions Tell us about an encouraging higher education innovation that you are aware of. Why is it innovative, what value will it bring to our university, and what have you done to incorporate it into your presidency? If you had the power to change one thing in higher education, what would it be, and how would you go about implementing that change? What attracted you to apply for this position at our university? What qualifies you for the position of president? Do you have the educational background, the proper credentials, or professional experience needed to assume a job of this magnitude and scope? We assume that you have you researched our university and the surrounding communities? What did you find out? If your current university tried to entice you to remain there after we offered you the position, what would you do? How do you plan to keep yourself and the board abreast of current trends and issues in the field of higher education? Questions Regarding Board-President Relations As you see it, what is the role of the university president? What is the role of the board of trustees? Are you capable of working with the board to set university goals? Have you ever worked on or authored any university board policies? Should the president make a recommendation to the school board on every agenda item that would require any type of board action? Are you familiar with Robert’s Rule of Order-Revised? Questions Regarding Personnel How do you see the chain of command operating at a university of this size? In the hiring process, what is the job of the professors, administrators and staff members, president and board of trustees? In the personnel evaluation process, what is the job of the professors, administrators and staff members, president and board of trustees? Have you ever authored or revised an evaluation system for the university? What is your thoughts on delegating authority? How do you do it? Questions Regarding Professional Negotiations What are the pros and cons of employee unions? In the negotiation process, what is the role of the professors, administrators and staff members, president and board of trustees? Questions Regarding Higher Education Finance Do you understand the financial accounting process at the university level? Have you ever developed a comprehensive university budget? What is, are your thoughts on deficit financing and deficit spending? Are you familiar with how the funding formula for this state works? How would you describe the financial condition of our university? Have you ever been required to conduct a campaign for an annual general budget vote or a capital project campaign and vote? Questions Regarding Curriculum & Instruction Should be the university be held accountable for improving the instructional effectiveness of its professors? How would you implement a university-wide curriculum change? How would you organize the university, regarding academic disciplines, in a way that maximizes student performance and potential? What is the role of the president, and the board of trustees in the curriculum development process? How many curriculum offerings should a university of our size offer? How will you ensure that the universities curriculum is audited and aligned with discipline-specific standards? Questions Regarding Maintenance, Transportation, and Food Service Programs Would you create a custodial and preventive maintenance plan for the university? Do you have any experience managing a university food-service program? Do you have any experience developing or managing a student transportation program? Questions Regarding University/Community Relations How would you establish positive public relations between the university and the community? Are you open to the community using university resources? Questions About Accreditation What experience do you have with the university accreditation process? What experience do you have with academic discipline-specific accreditation? Have you ever authored or co-authored an accreditation report? What were your experiences? What did you learn? Have you ever participated in an accreditation visit, as an evaluator or university official? What were your experiences? What did you learn? Has any university been placed on probation or had their accreditation revoked under your presidency? If so, what did you learn? How will you use this information in your next presidency? Questions About Athletics What experience do you have overseeing a university athletic program? How important is a successful athletics program to a university? What was the student-athlete graduation rate at your last university? A student-athlete or coach is accused of domestic violence, sexual assault, etc. How do you approach this situation, and take preventative measures to stop it from occurring again? Well, that’s it for my list. Let me know how it goes.
pertanyaan untuk calon presiden mahasiswa